KAMPAR - "Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Tuhan mengenai perbuatan dan profesi yang kita dijalani", demikian pesan Kapolres Kampar AKBP Rido Rolly Parsaroan Purba, SIK, MH pada saat temu ramah sambil ngopi bareng bersama insan pers di lobby Mako Polres Kampar, pada Selasa siang (26/10/2021).
Dalam ngopi bareng bersama wartawan Kapolres Kampar didampingi Kasubbag Humas Polres Kampar AKP Deni Yusra yang sekaligus menjadi pembuka acara silaturahmi untuk kedua kalinya antara Kapolres Kampar dengan para wartawan semenjak mulai menjabat pada awal agustus 2021 yang lalu.

Dalam sambutan pembukanya AKP Deni mengatakan, silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan Polres Kampar dengan Rekan Pers Polres Kampar.
"Dengan silaturahmi dan ngopi bareng ini semoga hubungan Polres Kampar dengan awak media ke depannya makin baik, dan makin solid dan hendaknya pemberitaan yang disampaikan sesuai fakta," ujarnya.
Mengawali pembicaraan, Kapolres Kampar mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan media yang sempat hadir dalam kegiatan ini.
"Mari kita jalin sinergitas dengan baik, wartawan itu adalah mitra Polri, rekan media merupakan sosial kontrol di tengah-tengah masyarakat, dan ke depannya kita tetap kompak," ujar AKBP Rido Purba.
Menyinggung tentang pemberitaan dirinya bebarapa hari lalu yang diduga memarahi wartawan pada peristiwa penemuan mayat di Jalan Purwasari Ujung Siak Hulu Kampar, Kapolres Kampar menjelaskan, Hari Jum'at (22/10) itu dirinya ada kegiatan di Mapolda Riau, dan malam harinya ditelfon Kapolsek Siak Hulu tentang adanya penemuan sesosok mayat di Jalan Purwasari Ujung.
Kapolres Kampar langsung menuju TKP, pada saat tiba di lokasi Kapolres Kampar mendapati banyak orang berkerumun di sekitar TKP dan menghalangi petugas serta ambulance untuk lewat.
"Saya berinisiatif menghalau masyarakat yang bergerombol untuk menjauh dari TKP agar tidak mengganggu petugas Kepolisian dan petugas medis yang tengah bekerja," sambung AKBP Rido Purba.
Ketika itu lanjut Kapolres, ada yang mengaku dari media dan tidak mau menyingkir dari TKP, dengan alasan meliput berita.
"Silahkan meliput tapi jangan ganggu TKP dan jangan ganggu petugas bekerja. Akhirnya yang bersangkutan menyingkir dan menjauh dari TKP. Untuk diketahui bersama bahwa olah TKP merupakan titik awal untuk mengungkap suatu kasus atau kejadian. TKP bisa rusak apabila banyak orang yang mendekati atau keluar masuk," jelas Kapolres Kampar.
Kegiatan silaturahmi berjalan penuh canda dan keakraban serta diisi dengan pengalaman dari Kapolres Kampar yang menambah wawasan bagi insan pers yang hadir. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, acara ngopi bareng Kapolres Kampar dengan puluhan wartawan ini berakahir hingga pukul 17.00 WIB.

